A collector-grade wall clock, every component hand-carved from genuine tuna bone — hands, numerals, minute dots, and seconds markers. Not a timepiece. A singular artifact born from the Indonesian archipelago. The only one of its kind on earth.
Provenance & Rarity
This is not a product. It is a single, unrepeatable artifact — 5 years in realisation, requiring materials that take nature decades to provide. The only known wall clock in existence whose every structural element is carved from genuine tuna bone. No moulds. No reproductions. No second piece.
Every Tuna Watch begins not with a sketch but with a single, irreducible truth: the bones of the yellowfin tuna. Not a byproduct repurposed — but a material so dense, so naturally micaceous, that it took one artisan 3 years just to understand how to cut it without fracture.
Proses pembuatannya memakan waktu hingga 5 tahun penuh — dari awal pengumpulan bahan baku tulang ikan tuna, pengeringan alami, perakitan, hingga finishing. Sebuah perjalanan panjang yang menghasilkan mahakarya sejati.
Tulang ikan tuna berkualitas terbaik dikumpulkan, dikeringkan secara alami selama bertahun-tahun, lalu dipotong dan diukir dengan teknik artisan tradisional. Jarum jam, angka 1-12, titik menit, dan detik — semuanya diukir tangan, satu per satu. Dengan diameter 42 cm, berat 5 kg, dan panjang tali gantungan 180 cm, jam ini menjadi pusat perhatian di ruang tamu, kantor, atau galeri. Bukan sekadar penunjuk waktu — ini adalah warisan budaya dari laut Indonesia, pertama di dunia.
Tuna Watch adalah satu-satunya jam hiasan dinding tulang ikan tuna di Indonesia — dan yang pertama di dunia. 5 tahun pengerjaan, lahir dari tangan artisan.
Jam hiasan dinding ukiran tangan dari tulang ikan tuna asli. Diameter 42 cm, berat 5 kg, tali gantungan 180 cm. Seluruh komponen — jarum, angka, titik menit & detik — diukir dari tulang.
Diameter
42 cm
Mass
5 kg
Suspension Rope
180 cm
Horological Movement
Sweep Quartz (silent)
Primary Material
Tuna Vertebra (Thunnus albacares)
Crafting Method
Ukiran Tangan
Bukan hanya bingkai — jarum jam, angka 1-12, titik menit dan detik, semuanya diukir manual dari tulang ikan tuna oleh artisan berpengalaman.
Menggunakan limbah tulang ikan tuna — mengurangi sampah laut, mendukung ekonomi nelayan lokal, dan menciptakan produk premium dari bahan yang terabaikan.
Karena terbuat dari bahan alami, grain dan serat tulang setiap produk berbeda. Tidak ada dua Tuna Watch yang persis sama — milikmu, unik milikmu.
data-i18n="art-p1">Tuna Watch lahir dari proses panjang yang memakan waktu 5 tahun. Mulai dari mengumpulkan tulang ikan tuna berkualitas terbaik, pengeringan alami selama bertahun-tahun, perakitan presisi, hingga finishing akhir. Sebuah perjalanan yang menghasilkan satu-satunya jam dinding tulang ikan tuna di Indonesia — pertama di dunia.
data-i18n="art-p2">Spesifikasi: Diameter 42 cm, berat 5 kg, tali gantungan 180 cm. Seluruh komponen — jarum jam, angka 1-12, titik menit dan detik — diukir tangan dari tulang ikan tuna asli. Mesin Sweep Quartz (silent).
Hanya ada satu di Indonesia, pertama di dunia. Karya seni bernilai $350,000 — sebuah mahakarya yang lahir dari 5 tahun dedikasi tanpa henti.
Arrange a Private Consultation“I have handled ethnographic objects for 22 years. I have never seen bone worked with this level of structural intelligence. The piece functions as a clock, but its real value is as a biological sculpture. It belongs in a museum.”
“The 5-year curing cycle is what separates this from any bone artefact I’ve appraised. Natural dehydration at this scale produces a density and resonance that artificial methods cannot touch. It is not a craft piece. It is an heirloom.”
“What the artisan did with the seconds hand alone is remarkable. It is carved from a single splinter of cortical bone without a lathe. The precision suggests years of wasted material before this one succeeded. That is the kind of proof collectors look for.”
Ingin konsultasi, request kustom, atau sekadar tahu lebih banyak tentang Tuna Watch? Hubungi kami lewat WhatsApp atau Instagram.
Atau kirim pesan langsung melalui form di bawah ini:
Jam hiasan dinding tulang ikan tuna — 5 tahun pengerjaan, 5 kg, diameter 42 cm, tali 180 cm. Seluruh komponen diukir tangan. Satu-satunya di Indonesia, pertama di dunia. Miliki mahakarya seni dari laut Indonesia sekarang.
Submit Acquisition Inquiry